Minggu, 16 Juli 2017

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WINDOWS 10

Seringkali kita bekerja menggunakan komputer dan sekarang kita lebih nyaman bekerja dengan laptop atau notebook. Sebenarnya, apa saja yang membuat Anda menjadi nyaman bekerja dengan laptop atau komputer? Ada cukup banyak jawaban menapa kita jauh lebih nyaman bekerja dengan perangkat teknologi tersebut. Dan salah satu kenyaanan yang diberikan oleh komputer atau laptop adalah dengan adanya Windows. Hampir semua komputer, laptop ataupun gadget lainnya yang menggunakan Windows.
Microsoft adalah perusahaan yang meluncurkan produk tersebut. Jika saat ini Anda masih menggunakan Windows 7, berarti Anda ketinggalan 3 langkah. Mengapa?
Bill Gates pada tahun 2015 ini, tepatnya pada tanggap 29 Juli mengeluarkan produk terbaru untuk Windows yaitu Windows 10. Sebelumnya, Microsoft memang memunculkan Windows 8, namun dipasaran tidak begiu mendapat respon yang begitu besar. Kemudian bagaimana dengan Windows 9, apakah juga mendapat sambutan meriah di pasaran teknologi dunia? Rupanya perusahaan raksasa Microsoft tidak mengeluarkan Windows 9, hal ini karena alasan Windows 9 memang tidak layak sehingga kita langsung disuguhkan dengan Windows 10. Dibandingkan dengan Windows 7 ataupun Windows 8, produk terbaru Microsoft ini memiliki banyak keunggulan. Namun, jangan buru-buru mengganti Windows Anda menjadi Windows 10 sebelum Anda tau apa saja kekurangan Windows 10.

Bisa jadi produk terbaru yang diluncurkan Bill Gates ini memang bagus, tapi semua produk pasti memiliki kekurangannya. Nah, kita bisa mempertimbangkan apakah kita menggunakan Windows 10 atau tidak dari beberapa hal dibawah ini.
Kelebihan Windows 10
  1. Menampilkan beberapa aplikasi dalam satu layar
    Jika Anda ingin menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, Anda bisa menggunakan Windows 10. Produk ini bisa membantu Anda bekerja dengan beberapa aplikasi dalam satu layar. Dengan demikian, Anda bisa bekerja lebih efisien.
  2. Keunggulan dalam hal tombol start menu
    Tombol start menu yang dimiliki oleh Windows 10 merupakan penggabungan dari start menu Windows 7 dan Windows 8.
  3. Bisa di install semua perangkat
    Windows 10 bisa di install untuk semua perangkat seperti halnya komputer, smartphone maupun tablet. Dengan kemudahan ini maka semua orang bisa menggunakan Windows 10 dengan berbagai perangkat yang berbeda.
  4. Keunggulan dalam hal teknologi
    Windows 10 lebih unggul dalam hal teknologi terumata teknologi virtual dekstop. Teknologi ini memungkinkan dua desktop berada dalam satu layar dan digunakan dengan tema yang berbeda-beda.
Kekurangan Windows 10
  1. Performa dan fitur belum sempurna
    Windows 10 memiliki performa dan juga fitur yang belum optimal sehingga tampilannya masih seperti Windows 8. Pada Windows 10 juga belum terdapat asisten virtual.
  2. Windows 10 masih belum selesai
    Kehadiran Windows 10 ternyata hasil belum selesai karena masalah feed back masih belum selesai dan kekurangan inilah yang masih harus diperbaiki.
  3. Hanya bisa digunakan untuk pengguna ahli
    Banyak newby yang masih belum akrab dengan kehadiran Windows 10, karena itu produk ini seperti hanya cocok digunakan untuk pengguna ahli saja.
  4. Masih terdapat banyak perubahan
    Ada cukup banyak kekurangan yang terdapat pada Windows 10 terutama pada fitur-fitur terbarunya.
    Dengan beberapa kekurangan dan kelebihan dari Windows 10 di atas, kita bisa mempertimbangkan lebih lanjut apakah nyaman menggunakannya atau tidak. Karena banyak sekali perubahan teknologi yang ada saat ini, maka kita harus jeli memilih teknologi yang tepat demikian juga dengan kehadiran Windows 10.


Senin, 10 Juli 2017

LEADERSHIP

Hello sobat bloger kali saya akan membahas tentang KEPEMIMPINAN atau bahasa kerennya LEADERSHIP.

Sebelum kita membahas lebi jau, kita perlu cari tau terlebih dahulu apa si itu LeaderShip????

Oky!!!! Kita akan bahas Pengertian Dari Leadership

Kepemimpinan adalah area penelitian dan keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau organisasi untuk memimpin atau membimbing individu, team, atau keseluruhan organisasi lainnya.    Sumber https://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Leadership&prev=search

Next Part I

1.     Umum

Kepemimpinan  (leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya). Kepemimpinan juga merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh seorang atau suatu badan. Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau sesuatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

          Kepemimpinan ada yang bersifat resmi (formal leadership) yaitu kepemimpinan yang tersimpul didalam suatu jabatan. Ada pula kepemimpinan karena pengakuan dari masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan yang bersifat tidak resmi (informal leadership) adalah kepemimpinan yang resmi di dalam pelaksanaannya selalu harus berada di atas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi. Sehingga dengan demikian daya cakupnya agak terbatas. Kepemimpinan tidak resmi, mempunyai ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, karena kepemimpinan demikain didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Ukuran benar tidaknya kepemimpinan tidak resmi terletak pada tujuan dan hasil pelaksanaan kepemimpinan tersebut, menguntungkan atau merugikan bagi masyarakat.

          Walaupun seorang pemimpin (yakni yang melaksanakan kepemimpinan) yang resmi tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan resmi yang menjadi landasanya, akan tetapi dapat melakukan kebijaksanaan yang dapat memancarkan kemampuan mereka sebagai pemimpin. Misalnya, kebijaksanaan tersebut dapat diwujudkan di dalam memilih waktu untuk melaksanakan peraturan-peraturan atau memilih orang-orang yang langsung berhubungan dengan masyarakat untuk  melaksanakan peraturan dan seterusnya.

           Kepemimpinan yang tidak resmi dapat digunakan pula di dalam suatu jabatan resmi dan tentu saja lebih leluasa di dalam masyarakat yang belum dipungut peraturan-peraturan resmi. Dalam bidang terakhir tadi, seorang pemimpin dapat menggerakan kekuatan-kekuatan masyarakat untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.    Perkembangan kepemimpinan

          Kepemimpinan merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial. Sejak mula terbentuknya suatu kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang diantara warga-warganya melakukan peranan yang lebih aktif dari pada rekan-rekannya, sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol dari lain-lainnya. Itulah asal mula timbulnya kepemimpinan, yang kebanyakan timbul dan berkembang dalam struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan dimana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar. Dalam keadaan demikian, agak sulit bagi warga kelompok menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

          Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Apabila pada saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar kelompok-kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi. Tidak munculnya pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan akan menjadi pemimpin, ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompok untuk mencapai suatu tujuannya dengan begitu kebutuhan warga tidak terpenuhi.

3.    Syarat-syarat kepemimpinan

a.    Memberi kesenangan dalam jasmani,
b.    Menunjuk pada keahlian dan kepastian hukum,
c.    Menggerakkan bawahan dengan mengajak mereka untuk bekerja persuasion,
d.    Memberi kesenangan rohaniah,
e.   Menunjukkan keteguhan pendidikan dan rasa tidak segan-segan untuk turut merasakan kesukaran-kesukaran kepada para pengikut-pengikutnya,
f.    Menunjukkan pada suatu sikap yang patut dihormati,
g.    Menunjukkan kelebihan didalam ilmu pengetahuan,kepandaian dan ketrampilan,
h.    Sifat memberikan semangat kepada anak buah.

4.    Kepemimpinan yang dianggap efektif

Suatu kepemimpinan yang efektif harus mempertimbangkan social basis apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan-ketegangan atau setidak-tidaknya terhindar dari pemerintah boneka belaka.

Kepemimpinan didalam masyarakat-masyarakat hukum adat yang tradisional dan homogen, perlu disesuaikan dengan sussunan masyarakat tersebut yang masih tegas-tegas memperlihatkan ciri-ciri paguyuban. Hubungan pribadi antara pemimpin dengan yang dipimpin sangat dihargai. Hal ini, disebabkan pemimpin-pemimpin pada masyarakat tersebut adalah pemimpin-pemimpin tidak resmi informal leaders yang mendapat dukungan tradisi atau karena sifat-sifat pribadinya yang menonjol. Dengan sendirinya, masyarakat lebih menaruh kepercayaan terhadapa para pemimpin-pemimpin tersebut, beserta peraturan-peraturan yang dikeluarkan.

Dengan demikian, maka keputusan para pemimpin tersebut sekaligus merupakan pula rasa keadilan masyarakat yang bersangkutan. Pada umumnya para pemimpin masyarakat tradisional adalah pemimpin-pemimpin dibelakang atau ditengah. Jarang sekali yang menjadi pemimpin dimuka umum. Sebaliknya, apabila ditinjau dan ditelaah pada keadaan dikota-kota besar, maka susunan masyarakat kota tersebut menghendaki kepemimpinan yang lain dari kepemimpinan pada masyarakat tradisional. Maka Kebijaksanaan rasionallah yang sangat diperlukan. 


5.    Tugas Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan

Tugas-tugas pokok seorang pemimpin yaitu :

1.     Memberikan suatu kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi para pengikut-pengikutnya,

2.    Mengawasi dan mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya, dan

3.    Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia luar kelompok yang dipimpin.

 - Macam-macam gaya kepemimpinan yaitu :


 1. Gaya kepemimpinan yang otoriter

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Pemimpin menentukan segala kegiatan kelompok secara sepihak,
b.    Pengikut sama sekali tidak dapat diajak untuk ikut serta merumuskan tujuan kelompok dan cara-cara untuk mencapai suatu tujuan, dan
c.    Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan-akan tidak ikut dalam proses interaksi didalam kelompok tersebut.

         2. Gaya Kepemimpinan yang demokratis

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Secara musyawarah dan mufakat pemimpin mengajak warga anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan-tujuan yang harus dicapai kelompok, serta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut,
b.    Pemimpin secara aktif memberikan saran bagi para pengikutnya,
c.    Ada kritik positif, baik dari pemimpin maupun dari para pengikutnya,
d.    Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kelompok.

3.    Gaya Kepemimpinan yang Bebas

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Pemimpin menjalankan peranannya secara pasif,
b.    Penentuan tujuan yang akan dicapai kelompok sepenuhnya dan diserahkan kepada kelompok,
c.    Pemimpin hanya menyediakan sarana yang diperlukan bagi para kelompoknya, dan
d.    Pemimpin berada pada ditengah-tengah kelompok, namun dia hanya beperan sebagai penonton.

Sebenarnya ketiga kategori yang diatas dapat berlangsung bersamaan, karena metode mana yang terbaik dan senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapinya.
Cara-cara demokratis mungkin dapat diterapkan didalam suatu masyarakat yang warganya mempunyai taraf pendidikan yang cukup. Cara-cara otoriter mungkin lebih tepat untuk diterapkan didalam masyarakat yang sangat homogen, sedangkan cara-cara yang bebas mungkin lebih cocok kepada masyarakat yang relatif homogen.
Menurut saya gaya kepemimpinan yang cocok dengan saya adalah gaya kepemimpinan yang demokratis karena kepemimpinan yang dilakukan secara demokratis akan menggunakan cara musyawarah dan akan merumuskan suatu masalah dengan saran dan kritikan yang positif bagi para pengikutnya untuk mencapai suatu tujuan. Maka kepemimpinan ini sangat banyak dilakukan pada negara-negara maju khususnya Indonesia dan Amerika Serikat yang akan membawa dampak baik pada negaranya dibawah kepemimpinan secara demokratis.

1.     Umum

Kepemimpinan  (leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya). Kepemimpinan juga merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh seorang atau suatu badan. Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau sesuatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

          Kepemimpinan ada yang bersifat resmi (formal leadership) yaitu kepemimpinan yang tersimpul didalam suatu jabatan. Ada pula kepemimpinan karena pengakuan dari masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan kepemimpinan. Sedangkan kepemimpinan yang bersifat tidak resmi (informal leadership) adalah kepemimpinan yang resmi di dalam pelaksanaannya selalu harus berada di atas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi. Sehingga dengan demikian daya cakupnya agak terbatas. Kepemimpinan tidak resmi, mempunyai ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, karena kepemimpinan demikain didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Ukuran benar tidaknya kepemimpinan tidak resmi terletak pada tujuan dan hasil pelaksanaan kepemimpinan tersebut, menguntungkan atau merugikan bagi masyarakat.

          Walaupun seorang pemimpin (yakni yang melaksanakan kepemimpinan) yang resmi tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan resmi yang menjadi landasanya, akan tetapi dapat melakukan kebijaksanaan yang dapat memancarkan kemampuan mereka sebagai pemimpin. Misalnya, kebijaksanaan tersebut dapat diwujudkan di dalam memilih waktu untuk melaksanakan peraturan-peraturan atau memilih orang-orang yang langsung berhubungan dengan masyarakat untuk  melaksanakan peraturan dan seterusnya.

           Kepemimpinan yang tidak resmi dapat digunakan pula di dalam suatu jabatan resmi dan tentu saja lebih leluasa di dalam masyarakat yang belum dipungut peraturan-peraturan resmi. Dalam bidang terakhir tadi, seorang pemimpin dapat menggerakan kekuatan-kekuatan masyarakat untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.    Perkembangan kepemimpinan

          Kepemimpinan merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial. Sejak mula terbentuknya suatu kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang diantara warga-warganya melakukan peranan yang lebih aktif dari pada rekan-rekannya, sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol dari lain-lainnya. Itulah asal mula timbulnya kepemimpinan, yang kebanyakan timbul dan berkembang dalam struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan dimana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar. Dalam keadaan demikian, agak sulit bagi warga kelompok menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

          Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Apabila pada saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar kelompok-kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi. Tidak munculnya pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan akan menjadi pemimpin, ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompok untuk mencapai suatu tujuannya dengan begitu kebutuhan warga tidak terpenuhi.

3.    Syarat-syarat kepemimpinan

a.    Memberi kesenangan dalam jasmani,
b.    Menunjuk pada keahlian dan kepastian hukum,
c.    Menggerakkan bawahan dengan mengajak mereka untuk bekerja persuasion,
d.    Memberi kesenangan rohaniah,
e.   Menunjukkan keteguhan pendidikan dan rasa tidak segan-segan untuk turut merasakan kesukaran-kesukaran kepada para pengikut-pengikutnya,
f.    Menunjukkan pada suatu sikap yang patut dihormati,
g.    Menunjukkan kelebihan didalam ilmu pengetahuan,kepandaian dan ketrampilan,
h.    Sifat memberikan semangat kepada anak buah.

4.    Kepemimpinan yang dianggap efektif

Suatu kepemimpinan yang efektif harus mempertimbangkan social basis apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan-ketegangan atau setidak-tidaknya terhindar dari pemerintah boneka belaka.

Kepemimpinan didalam masyarakat-masyarakat hukum adat yang tradisional dan homogen, perlu disesuaikan dengan sussunan masyarakat tersebut yang masih tegas-tegas memperlihatkan ciri-ciri paguyuban. Hubungan pribadi antara pemimpin dengan yang dipimpin sangat dihargai. Hal ini, disebabkan pemimpin-pemimpin pada masyarakat tersebut adalah pemimpin-pemimpin tidak resmi informal leaders yang mendapat dukungan tradisi atau karena sifat-sifat pribadinya yang menonjol. Dengan sendirinya, masyarakat lebih menaruh kepercayaan terhadapa para pemimpin-pemimpin tersebut, beserta peraturan-peraturan yang dikeluarkan.

Dengan demikian, maka keputusan para pemimpin tersebut sekaligus merupakan pula rasa keadilan masyarakat yang bersangkutan. Pada umumnya para pemimpin masyarakat tradisional adalah pemimpin-pemimpin dibelakang atau ditengah. Jarang sekali yang menjadi pemimpin dimuka umum. Sebaliknya, apabila ditinjau dan ditelaah pada keadaan dikota-kota besar, maka susunan masyarakat kota tersebut menghendaki kepemimpinan yang lain dari kepemimpinan pada masyarakat tradisional. Maka Kebijaksanaan rasionallah yang sangat diperlukan. 


5.    Tugas Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan

Tugas-tugas pokok seorang pemimpin yaitu :

1.     Memberikan suatu kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi para pengikut-pengikutnya,

2.    Mengawasi dan mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya, dan

3.    Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia luar kelompok yang dipimpin.

 - Macam-macam gaya kepemimpinan yaitu :


 1. Gaya kepemimpinan yang otoriter

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Pemimpin menentukan segala kegiatan kelompok secara sepihak,
b.    Pengikut sama sekali tidak dapat diajak untuk ikut serta merumuskan tujuan kelompok dan cara-cara untuk mencapai suatu tujuan, dan
c.    Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan-akan tidak ikut dalam proses interaksi didalam kelompok tersebut.

         2. Gaya Kepemimpinan yang demokratis

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Secara musyawarah dan mufakat pemimpin mengajak warga anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan-tujuan yang harus dicapai kelompok, serta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut,
b.    Pemimpin secara aktif memberikan saran bagi para pengikutnya,
c.    Ada kritik positif, baik dari pemimpin maupun dari para pengikutnya,
d.    Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kelompok.

3.    Gaya Kepemimpinan yang Bebas

Ciri-cirinya sebagai berikut :
a.    Pemimpin menjalankan peranannya secara pasif,
b.    Penentuan tujuan yang akan dicapai kelompok sepenuhnya dan diserahkan kepada kelompok,
c.    Pemimpin hanya menyediakan sarana yang diperlukan bagi para kelompoknya, dan
d.    Pemimpin berada pada ditengah-tengah kelompok, namun dia hanya beperan sebagai penonton.

Sebenarnya ketiga kategori yang diatas dapat berlangsung bersamaan, karena metode mana yang terbaik dan senantiasa tergantung pada situasi yang dihadapinya.
Cara-cara demokratis mungkin dapat diterapkan didalam suatu masyarakat yang warganya mempunyai taraf pendidikan yang cukup. Cara-cara otoriter mungkin lebih tepat untuk diterapkan didalam masyarakat yang sangat homogen, sedangkan cara-cara yang bebas mungkin lebih cocok kepada masyarakat yang relatif homogen.
Menurut saya gaya kepemimpinan yang cocok dengan saya adalah gaya kepemimpinan yang demokratis karena kepemimpinan yang dilakukan secara demokratis akan menggunakan cara musyawarah dan akan merumuskan suatu masalah dengan saran dan kritikan yang positif bagi para pengikutnya untuk mencapai suatu tujuan. Maka kepemimpinan ini sangat banyak dilakukan pada negara-negara maju khususnya Indonesia dan Amerika Serikat yang akan membawa dampak baik pada negaranya dibawah kepemimpinan secara demokratis.